|
Sunyi sepi tiada yang menemani aku malam ini. Bintang-bintang yang sering bersinar sebelum ini seakan menyembunyikan diri. Apakah mereka takut pada guruh yang sudah lama pergi? Atau takut pada hujan yang sudah lama berhenti? Kerna masih mendengar katak-katak yang kesejukan berlagu sayu. Maka bintang dan bulan tak mau muncul? Aku sendiri, sunyi dan sepi. Inginkan teman untuk berbicara tentang isi hati yang terlalu sarat ditelan sendiri. Dan aku merasa lelah. Lelah dengan kehidupan ini. Terlalu berat aku memikulnya sendiri. Kerna aku laki-laki maka aku perlu menangung bebannya. Aku sendiri terpaksa akur. Tapi aku kan juga punya jiwa yang sangat lembut seperti kalian. Hati ku juga merah kan? Tapi mengapa aku yang diberi tanggungjawab ini? Sehingga aku hilang arah, buntu mencari jalan keluar. Angin dingin seakan menusuk-nusuk sehingga ke dalam tulang. Malam yang begitu pekat kerna terlalu kelam. Hanya lampu-lampu jalan yang menerangi sekitarnya. Dan aku berjalan sendiri tanpa teman. Berjalan pulang menuju rumahku. Tak sepatah kata pun yang terkeluar dari mulut ini. Mau bicara apa sendirian? Mengharap otak aku untuk berfikir itu tidak mungkin. Kerna teman-teman ku tiada di sisi. Jadi untuk apa difikirkan? Aku juga yang akhirnya akan menjawab pertanyaanku sendiri. Sunyi sepi. Aku sendiri lagi sampai lena dibuai mimpi. Mengharap bintang dan bulan hadir menemani malamku. Namun tetap tak kunjung tiba. Mungkin esok malam mereka sudi memberi cahaya harapan buatku. Agar malam-malamku mendatang tak akan sunyi sepi lagi. |
| Skimpysonic December 6, 2005 09:00 AM PST very nice ;) | ||
| Leave a Comment: |